Diduga Spesialis Pembobol Bangunan Kosong Nyaris Diamuk Massa


TNC GROUP SITE.WEB.ID || PALEMBANG- Selasa pagi yang biasanya tenang di kawasan Jalan Lingkar Danau OPI, Jakabaring, mendadak berubah jadi mencekam. Teriakan "maling" memecah keheningan sekitar pukul 09.00 WIB, 21 Juli 2026.

Petaka itu berawal dari rutinitas seorang penjaga keamanan bernama Azhar. Seperti biasa, ia mengisi waktu luang dengan berlari pagi mengelilingi area Danau OPI. Tapi hari itu, langkahnya terhenti karena mendengar suara berisik dari dalam salah satu bangunan kosong yang menjadi tanggung jawabnya.

"Saya sedang maraton, terus dengar suara kayak orang ncongkel dari dalam. Awalnya saya kira tukang, tapi kok jam segini," cerita Azhar dengan wajah masih tegang.

Firasat buruk langsung muncul. Karena khawatir sendirian dan takut pelaku membawa senjata tajam, Azhar memilih pulang dulu. Ia membangunkan anaknya untuk menemani kembali ke lokasi.

Keputusan itu ternyata tepat. Sesampainya di tempat, pemandangan yang mereka lihat membuat darah mendidih. Dua orang pria tengah asyik membongkar bagian bangunan. 

Saat dipergoki, bukannya kabur, kedua pria berinisial RS dan AL itu justru melawan. Terjadi aksi saling dorong. Dalam kekacauan itu, anak Azhar yang berusaha melerai justru menjadi korban. Tangannya dan kakinya terluka.

Belum selesai di situ. Tiba-tiba pelaku satunya lagi muncul dari belakang dan menghajar Azhar. 

"Saya teriak sekuat tenaga minta tolong. Anak saya juga. Alhamdulillah warga langsung keluar," ujarnya.

Teriakan itu ibarat komando. Dalam hitungan menit, warga RT 58/RW 18 berdatangan. Melihat dua orang yang diduga maling dan juga melihat ada korban luka, emosi warga langsung tersulut.

RS dan AL pun tak berkutik. Mereka sempat menjadi sasaran amukan massa. Pukulan dan tendangan menghujani keduanya. Beruntung, anggota kepolisian dari Polsek SU I Palembang yang sedang berpatroli melintas di lokasi. Dengan sigap polisi mengamankan kedua terduga pelaku dan membawa mereka ke kantor polisi untuk menghindari amukan yang lebih besar.


Setelah dilakukan pemeriksaan awal, polisi menduga RS dan AL bukanlah pelaku baru. Keduanya disebut sudah lama malang melintang membobol rumah dan bangunan kosong.

"Modusnya mereka bongkar sedikit demi sedikit. Kalau langsung dirusak semua kan ketahuan warga. Jadi dicicil," jelas salah satu petugas.

Target mereka pun spesifik. Bukan perhiasan atau uang, tapi material bangunan yang bisa dijual kiloan. Mulai dari aluminium jendela, kabel tembaga, seng atap, kusen pintu, sampai material lain dari bangunan yang sudah lama ditinggal.

"Bangunan kosong di area OPI ini banyak. Itu yang jadi sasaran empuk mereka," tambah petugas.

Kini RS dan AL masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek SU I. Polisi juga masih mengembangkan kasus ini untuk menelusuri apakah ada TKP lain dan penadah barang curian.


Peristiwa ini jadi pengingat keras. Bangunan kosong yang tidak terawat bisa jadi magnet kejahatan. 

Pak Azhar berpesan agar warga sekitar tidak ragu melapor kalau melihat aktivitas mencurigakan. "Lebih baik kita ribut di awal, daripada nyesel di akhir," katanya.

Untuk sekarang, kawasan Danau OPI kembali tenang. Tapi trauma dari teriakan "maling" pagi itu masih terngiang di benak warga.


Red/suhaimi

0 Komentar